N
Teknologi Disematkan

Go vs Node buat backend API, pengalaman nyata setelah 2 tahun

budi_dev 2 hari lalu 1.891 3 11

3 balasan

1·

Sampul

Saya pindahkan satu API dari Express ke Go tahun lalu karena masalah memori. Catatan singkat, semoga berguna.

Yang saya rasakan:

  • Pemakaian RAM turun jauh, dari sekitar 400 MB jadi 60 MB untuk beban yang sama.
  • Deployment lebih simpel, cukup satu binary. Tidak ada node_modules yang harus ikut.
  • Waktu mulai proses di bawah 100 ms, jadi restart saat deploy tidak terasa.

Yang jadi PR:

  • Ekosistem library tidak selengkap Node. Untuk hal-hal kecil saya sering menulis sendiri.
  • Query builder-nya tidak senyaman ORM di Node, jadi SQL-nya saya tulis manual.
  • Rekrutmen lebih susah, orang Go di sekitar saya masih sedikit.

Kesimpulan pribadi: kalau butuh cepat jadi dan timnya sudah nyaman dengan JavaScript, tetap di Node. Kalau yang dibutuhkan efisiensi jangka panjang dan binary tunggal, Go layak dicoba.

2·

Bagian RAM-nya memang beda kelas. Tapi jangan lupa, kalau kerjanya cuma CRUD sederhana dan trafiknya belum tinggi, pindah bahasa itu belum tentu sepadan dengan waktu belajar timnya.

3·

Yang paling saya suka dari Go: satu binary itu. Waktu saya bantu deploy, rasanya aneh karena tidak ada langkah install dependensi sama sekali.

4·

Ditandai sebagai panduan. Kalau ada yang mau menambahkan pengalaman serupa, silakan balas di bawah.

Masuk untuk ikut berdiskusi

Balasanmu akan tampil bersama 3 balasan lain di thread ini.